.
"hello my name savira kusuma. you can call me savira. welcome to my blog guys. enjoy it :)"

Selasa, 08 Januari 2013

artikel



Indahnya Toleransi Beragama
“Janganlah saling menghina. Satu suku-bangsa dengan lainnya. Karena kita satu bangsa. Dan satu bahasa Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika Lambang negara kita Indonesia. Walaupun bermacam-macam aliran. Tetapi satu tujuan.” –Rhoma Irama 135.000.000-
Masih ingat dengan lagu Rhoma Irama di atas? Pasti kalian sering mendengarnya bukan? Lagu di atas memiliki lirik yang sangat mendalam maknanya. Negara Indonesia terdiri atas berbagai macam suku, budaya dan tentu saja agama. Walau demikian penduduk Indonesia menjunjung tinggi persatuan. Saat ini kita akan membahas tentang toleransi umat beragama yang ada di Indonesia.
Kanca muda tau kan agama dan kepercayaan yang berkembang di Indonesia terdiri dari Islam, Katholik, Kristen, Hindu, Budha, dan Konghuchu.  Tapi dengan adanya berbagai macam perbedaan antar umat beragama di Indonesia, menjadikan Negara Indonesia memiliki berbagai macam budaya dan adat dalam perayaan Hari Besar masing masing agama.
Islam merupakan agama terbesar yang berkembang di negara Indonesia. Saat pawai dug deran di wilayah Semarang dan sekitarnya kita dapat melihat berbagai macam drumband dan penjual yang menjajakan makanan khas disana tak hanya umat Islam yang menikmati, umat dari agama lain pun dapat melihat pawai tersebut. Tak hanya itu saat bulan puasa di sekolah maupun kantor  misalnya, umat agama lain menghormati umat Islam dan tidak makan di sembarang tempat.
Beberapa waktu lalu umat Kristiani merayakan Natal tepatnya tanggal 25 Desember 2012. Saat perayaan natal di Aceh berjalan dengan lancar, walau Aceh terkenal dengan sebutan serambi Mekkah, warga di sana sangat bertoleransi dengan perayaan Natal sehingga berjalan khitmat,damai dan tentram. Ada juga gereja dan masjid terletak bersebelahan tapi antar umat Islam dan Kristen dapat menghargai perbedaan dan menerapkan sikap toleransi.
Perayaan Nyepi di Bali umat agama lain yang hidup di sana juga menghargai perayaan tersebut dengan tidak melakukan hal hal di luar rumah selama seharian.
Mungkin masih banyak contoh lain tentang toleransi beragama, tak hanya di masyarakat di lingkungan sekitar rumah, sekolah kita juga harus menerapkan toleransi beragama supaya terwujud cita cita bangsa “Bhinneka Tunggal Ika” Sungguh indah perbedaan yang dibalut oleh persatuan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share It